Berita

/

Berita

/

BGN Langkat Minta Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Sanitasi SPPG Senganan

BGN Langkat Minta Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Sanitasi SPPG Senganan

Nomor: SIPERS-403/BGN Langkat/12/2025

Berita 12 Desember 2025

picture-BGN Langkat Minta Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Sanitasi SPPG Senganan

Tabanan, Bali — Badan Gizi Nasional Langkat (BGN Langkat) memberikan catatan korektif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, setelah melakukan pemantauan operasional dan peninjauan fasilitas pada area dapur dan lingkungan sekitar. Catatan ini diberikan untuk memastikan peningkatan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kelayakan lingkungan dalam penyelenggaraan layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


SPPG Senganan, yang beroperasi sejak 21 Oktober 2025, saat ini melayani 2.270 penerima makanan (PM) dari 33 sekolah yang tersebar di Desa Senganan, Babahan, Jatiluwih, Apuan, dan Angseri. Dengan cakupan pelayanan yang cukup luas, BGN Langkat menilai bahwa kualitas fasilitas dan lingkungan harus terus dijaga dan ditingkatkan.


Dari aspek infrastruktur, SPPG Senganan tercatat memiliki sejumlah fasilitas yang memadai, seperti pemanas air khusus pencucian ompreng, alat pemanas untuk sterilisasi, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun, BGN Langkat menemukan adanya catatan terkait lingkungan sekitar yang berpotensi memengaruhi standar biosekuriti dan kebersihan udara.


“Catatan ini bukan teguran keras, tetapi koreksi yang perlu ditindaklanjuti segera. Standar lingkungan sangat menentukan kualitas pangan yang disajikan kepada anak-anak,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Langkat, Khairul Hidayati di Bali, Jumat (12/12).


Dari sisi operasional, SPPG Senganan diketahui telah menjalin kemitraan dengan UMKM lokal dalam penyediaan roti dan makanan kering, bekerja sama dengan BUMDes Penebel untuk pengadaan ATK dan paper bag, serta terhubung dengan bank sampah desa sebagai bagian dari komitmen pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Praktik ini diapresiasi karena mendukung perputaran ekonomi lokal dan pengurangan limbah.


Namun demikian, BGN Langkat menegaskan bahwa kolaborasi yang baik harus diiringi dengan kehati-hatian pada aspek higienitas. BGN Langkat meminta pengelola untuk memperkuat pengawasan area, peningkatan sanitasi rutin, serta memastikan seluruh alur produksi terjaga dari potensi kontaminasi silang.


“SPPG Senganan punya fondasi operasional yang baik dan inovatif. Karena itu sangat penting memastikan lingkungannya juga aman dan sepenuhnya sesuai standar,” tambah Hida.


Dari perspektif komunikasi publik, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty menilai langkah korektif ini sebagai bagian penting dari transparansi layanan.


“Memberikan catatan secara terbuka dan menyampaikan rencana perbaikan adalah bentuk akuntabilitas. Publik perlu melihat bahwa setiap SPPG terus berupaya meningkatkan kualitas,” jelas Molly.


Biro Hukum dan Humas

Badan Gizi Nasional Langkat